Hermawan
Kartajaya - MarkPlus&Co.
Ketika dot.com crash terjadi tahun
2000, saya sudah
memprediksi bahwa bencana dunia maya
ini sifatnya
akan sementara. Kenapa demikian? Karena beberapa tahun sebelumnya
memang bisnis di internet melesat demikian cepat bak meteor.
Melesatnya cepat, jatuhnya pun cepat dan betul-betul terpuruk.
Celakanya, orang kemudian menganggap ini adalah lonceng
kematian dot.com.
Semua orang jadi kapok berbisnis dot.com.
Tapi
selalu saja, di tengah ancaman pasti ada peluang. Di tengah
sepinya bisnis ini selalu ada segelintir techpreneur
yang jeli meihat sisa-sisa peluang. Weddingku.com saya kira
adalah sedikit ”sisa-sisa laskar Pajang” yang mampu memanfaatkan
peluang di tengah ambruknya industri internet ini. Saat
dirintis tahun 2002, praktis semua pebisnis di internet
sedang tiarap. Kondisi serba terbatas inilah yang justru
dimanfaatkan weddingku.com untuk meraup manisnya bisnis
segala bentuk keperluan pernikahan.
Begitu
di-launch weddingku.com cepat sekali mencapai
brand awareness
siknifikan. Bahkan dalam waktu singkat ia menjadi prime
portal untuk A-Z urusan pernikahan dengan market share mencapai lebih dari 90%. Saat ini, atau hanya 3 tahun
sejak berdiri, situs ini dikunjungi lebih dari 10 ribu orang
per harinya. Ini saya kira merupakan sebuah capaian yang
cukup fenomenal, walaupun hal ini bukanlah hal yang aneh
mengingat kebutuhan
terhadap sebuah portal macam ini di Indonesia memang sangat besar.
Kalau
dilihat model bisnisnya, maka wedding.com sesungguhnya memainkan
peran sebagai ”middleman” yang menjembatani kepentingan
vendor dan pelanggan
untuk urusan tetek-bengek kebutuhan pernikahan. Kebanyakan
pasangan calon pengantin pastilah kebingungan mencari vendor
kebutuhan pernikahan. Sementara si vendor
sendiri juga tak kalah kebingungannya mencari pelanggan.
Dua kubu kepentingan inilah yang coba dipertemukan dalam
sebuah portal komunitas pernikahan (online wedding community). Jadi weddingku.com
mencoba memberikan solusi bagi kedua pihak tersebut.
Satu
hal yang saya lihat menarik dari weddingku.com adalah kenyataan
bahwa situs ini begitu cepat membentuk diri menjadi komunitas
pasangan pengantin yang demikian besar dan solid. Bayangkan
saja, setidaknya seribu lebih calon pengantin baru bergabung
dalam komunitas ini setiap bulannya. Dalam buku saya Marketing in Venus, saya mengatakan bahwa
salah satu strategi ampuh memenangkan pasar adalah dengan
membentuk komunitas pelanggan yang solid. Bagaimana caranya?
Caranya adalah Anda harus mampu memfasilitasi komunitas
tersebut dengan tulus dan empati.
Lalu
bagaimana weddingku.com memfasilitasi komunitas para calon
pengantin? Ini yang menarik. Pertama, tentu saja dengan
menjadi ”teman” yang memberikan informasi komplit bagi mereka
untuk berbagai urusan pernikahan mulai dari undangan, baju,
tata rias, kue, gedung, dekorasi, catering, foto, souvenir,
sampai dengan honeymoon. Menariknya, upaya ini tak hanya
dilakukan di situsnya, tapi juga melalui offline event yaitu melalui pameran pernikahan. Bahkan weddingku.com
mengatakan, event
yang sudah digelar dua kali ini merupakan pameran pernikahan
terbesar di seantero tanah air.
Lalu
situs ini juga menjadi ”curhat center” antar sesama anggota
komunitas. Beberapa waktu lalau saya mencoba masuk menu
Discussion, dan wow... semua pernak-pernik persoalan penikahan tumplek-blek di situ, mulai dari kesibukan merencanakan pernikahan,
kebingungan mempersiapkan honeymoon,
hingga kegusaran menghadapi detik-detik malam pertama. Setiap
waktu weddingku.com memberikan topik-topik diskusi di mana
setiap pengunjung bisa nimbrung. Mereka
saling berinteraksi dan sharing
experience satu sama lain mengenai pernikahan mereka.
Interaksi inilah yang membikin komunitas ini hidup
dan demikian dinamis.
Di
sini kelihatan betul peran situs ini sebagai fasilitator,
bukan pemain utama, karena pemain utama tetap dilakukan
oleh member secara ”peer
to peer” dan ”customer
to customer”. Marketing di dalam komunitas pelanggan
memang punya keunikan sendiri: tak boleh terlalu hard-selling,
harus tulus dan penuh empati, dan yang penting tempatkan
brand Anda sebagai fasilitator, jangan terlalu mendominasi
urusan member Anda. Lepaskan saja mereka berinteraksi satu
sama lain.
Berkaitan
dengan strategi community marketing yang dijalankan oleh
situs ini, saya kira event terbaru situs ini yaitu online
reality show, Nikah
Yuu..k! perlu mendapatkan catatan tersendiri. Melaui
online reality show pertama di Indonesia ini seluruh calon
pasangan pengantin bisa saling berlomba melewati tantangan
yang diberikan untuk mendapatkan hadiah pernikahan gratis.
Idenya
sih sederhana namun dampaknya bagi situs ini akan sangat
fenomenal. Dari sisi vendor, kredibilitas weddingku.com
sebagai middleman
akan semakin mencorong. Dari sisi pelanggan, komunitas pelanggan
yang telah terbangun akan menjadi kian solid. Dan bagi situs
ini sendiri, event ini akan semakin memperkokoh brand equity
situs ini sebagai wedding portal terbaik di Indonesia.
Mengakhiri
tulisan ini, saya hanya bisa berharap bahwa kreativitas
dan inovasi yang demikian fenomenal dijalankan oleh situs
ini tidak meredup sampai kapanpun. Saya banyak mendapati
situs-situs yang hebat namun tak mampu berlangsung lama,
berjaya habis itu mati, tak mampu sustainable.
Kenapa demikian? Karena cepat terhinggapi penyakit gampang
puas diri yang kemudian diikuti dengan mandulnya kreativitas
dan inovasi.
Setelah
debut event Nikah
Yuu..k! saya masih menunggu hadirnya event-event inovatif
lain yang dihasilkan oleh situs ini. Karena hanya dengan
demikian weddingku.com akan bisa sustainable.
|