Kontestan Hadiah Voters Juri Sponsor Contact Us Discussion Forum
Cari Kontestan
(id, nama, kota)
GO
A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 

Apa kata para pakar ini mengenai event Nikah Yuu..k?!
Rudianto Prabowo
Pengamat eBusiness Indonesia
Sejak awal berdirinya, situs portal Weddingku.com dibangun dengan landasan konsep bisnis yang solid dengan membidik dua pasar berbeda: para young professionals siap nikah yang sudah 'internet-minded' serta pasar penyedia jasa kebutuhan acara pernikahan yang sadar akan perlunya membangun image serta menjaring pasar melalui presence di dunia maya.

Fitur nikah yuk yang meminjam kisah sukses reality show di dunia pertelevisian merupakan gagasan cerdik dari Weddingku.com yang dilandasi oleh pemahaman yang sangat intens atas perilaku dan kebutuhan target pasarnya. Gagasan ini tergolong sangat maju mengingat kondisi infrastruktur Internet di Indonesia yang masih jauh dari memadai untuk mendukung kegiatan sejenis. Kesuksesan luar biasa penyelenggaraan acara ini merupakan bukti kapabilitas perusahaaan untuk mengatasi berbagai kendala teknis dan non-teknis.

Keberhasilan ini juga sekaligus merupakan bukti bahwa dengan strategic positioning yang jitu, masih banyak peluang berbisnis di dunia Internet di Indonesia.

Tidak heran kalau di masa depan Weddingku.com dapat terus menjadi portal wedding yang terdepan di Indonesia.

Viva Weddingku!

Shinta W. Dhanuwardoyo
Praktisi & pengamat industri web, CEO Bubu.com
Selamat untuk team kreatif Nikah Yuu..k! yang telah menghadirkan suatu konsep event reality show online pertama di indonesia yang sangat menarik dan sedikit berbeda melihat begitu menjamurnya reality show sekarang ini. Saya mewakili Bubu Internet turut bangga akan show ini karena dapat mendorong dan mengedukasi industri TI di Indonesia. Dengan mengadakan event ini Weddingku.com telah membuktikan bahwa Internet tidak kalah dengan media lainnya dan menjadi perfect compliment untuk media lain.

Website ini secara keseluruhan sudah mencerminkan konsep acara ini dan memenuhi criteria suatu website dimana dari segi Konten sudah dibuat dengan baik sehingga dapat menarik perhatian pembaca, Pengaturan layout, teks, tombol-tombol serta penampilan profil peserta juga sudah sesuai mungkin yang perlu diperhatian lagi adalah sistim navigasi dan fungsionlitas sehingga mereka tidak tersasar dirimba informasi yang disajikan. Tapi overall website ini cukup EXCITING!

Dan untuk web master website ini selamat karena website ini selalu upadate sehingga pengunjung dapat dengan cepat melihat progress acara ini. Once again CONGRATULATION ;))

 

Hermawan Kartajaya - MarkPlus&Co.
Ketika dot.com crash terjadi tahun 2000, saya sudah memprediksi bahwa bencana dunia maya ini sifatnya akan sementara. Kenapa demikian? Karena beberapa tahun sebelumnya memang bisnis di internet melesat demikian cepat bak meteor. Melesatnya cepat, jatuhnya pun cepat dan betul-betul terpuruk. Celakanya, orang kemudian menganggap ini adalah lonceng kematian dot.com. Semua orang jadi kapok berbisnis dot.com.

Tapi selalu saja, di tengah ancaman pasti ada peluang. Di tengah sepinya bisnis ini selalu ada segelintir techpreneur yang jeli meihat sisa-sisa peluang. Weddingku.com saya kira adalah sedikit ”sisa-sisa laskar Pajang” yang mampu memanfaatkan peluang di tengah ambruknya industri internet ini. Saat dirintis tahun 2002, praktis semua pebisnis di internet sedang tiarap. Kondisi serba terbatas inilah yang justru dimanfaatkan weddingku.com untuk meraup manisnya bisnis segala bentuk keperluan pernikahan.

Begitu di-launch weddingku.com cepat sekali mencapai brand awareness siknifikan. Bahkan dalam waktu singkat ia menjadi prime portal untuk A-Z urusan pernikahan dengan market share mencapai lebih dari 90%. Saat ini, atau hanya 3 tahun sejak berdiri, situs ini dikunjungi lebih dari 10 ribu orang per harinya. Ini saya kira merupakan sebuah capaian yang cukup fenomenal, walaupun hal ini bukanlah hal yang aneh mengingat  kebutuhan terhadap sebuah portal macam ini di Indonesia memang  sangat besar.

Kalau dilihat model bisnisnya, maka wedding.com sesungguhnya memainkan peran sebagai ”middleman” yang menjembatani kepentingan vendor dan pelanggan untuk urusan tetek-bengek kebutuhan pernikahan. Kebanyakan pasangan calon pengantin pastilah kebingungan mencari vendor kebutuhan pernikahan. Sementara si vendor sendiri juga tak kalah kebingungannya mencari pelanggan. Dua kubu kepentingan inilah yang coba dipertemukan dalam sebuah portal komunitas pernikahan (online wedding community). Jadi weddingku.com mencoba memberikan solusi bagi kedua pihak tersebut.

Satu hal yang saya lihat menarik dari weddingku.com adalah kenyataan bahwa situs ini begitu cepat membentuk diri menjadi komunitas pasangan pengantin yang demikian besar dan solid. Bayangkan saja, setidaknya seribu lebih calon pengantin baru bergabung dalam komunitas ini setiap bulannya. Dalam buku saya Marketing in Venus, saya mengatakan bahwa salah satu strategi ampuh memenangkan pasar adalah dengan membentuk komunitas pelanggan yang solid. Bagaimana caranya? Caranya adalah Anda harus mampu memfasilitasi komunitas tersebut dengan tulus dan empati.

Lalu bagaimana weddingku.com memfasilitasi komunitas para calon pengantin? Ini yang menarik. Pertama, tentu saja dengan menjadi ”teman” yang memberikan informasi komplit bagi mereka untuk berbagai urusan pernikahan mulai dari undangan, baju, tata rias, kue, gedung, dekorasi, catering, foto, souvenir, sampai dengan honeymoon. Menariknya, upaya ini tak hanya dilakukan di situsnya, tapi juga melalui offline event yaitu melalui pameran pernikahan. Bahkan weddingku.com mengatakan, event yang sudah digelar dua kali ini merupakan pameran pernikahan terbesar di seantero tanah air.

 Lalu situs ini juga menjadi ”curhat center” antar sesama anggota komunitas. Beberapa waktu lalau saya mencoba masuk menu Discussion, dan wow... semua pernak-pernik persoalan penikahan tumplek-blek di situ, mulai dari kesibukan merencanakan pernikahan, kebingungan mempersiapkan honeymoon, hingga kegusaran menghadapi detik-detik malam pertama. Setiap waktu weddingku.com memberikan topik-topik diskusi di mana setiap pengunjung bisa nimbrung. Mereka saling berinteraksi dan sharing experience satu sama lain mengenai pernikahan mereka. Interaksi inilah yang membikin komunitas ini hidup dan demikian dinamis.

 Di sini kelihatan betul peran situs ini sebagai fasilitator, bukan pemain utama, karena pemain utama tetap dilakukan oleh member secara ”peer to peer” dan ”customer to customer”. Marketing di dalam komunitas pelanggan memang punya keunikan sendiri: tak boleh terlalu hard-selling, harus tulus dan penuh empati, dan yang penting tempatkan brand Anda sebagai fasilitator, jangan terlalu mendominasi urusan member Anda. Lepaskan saja mereka berinteraksi satu sama lain.

Berkaitan dengan strategi community marketing yang dijalankan oleh situs ini, saya kira event terbaru situs ini yaitu online reality show, Nikah Yuu..k! perlu mendapatkan catatan tersendiri. Melaui online reality show pertama di Indonesia ini seluruh calon pasangan pengantin bisa saling berlomba melewati tantangan yang diberikan untuk mendapatkan hadiah pernikahan gratis.

Idenya sih sederhana namun dampaknya bagi situs ini akan sangat fenomenal. Dari sisi vendor, kredibilitas weddingku.com sebagai middleman akan semakin mencorong. Dari sisi pelanggan, komunitas pelanggan yang telah terbangun akan menjadi kian solid. Dan bagi situs ini sendiri, event ini akan semakin memperkokoh brand equity situs ini sebagai wedding portal terbaik di Indonesia.

Mengakhiri tulisan ini, saya hanya bisa berharap bahwa kreativitas dan inovasi yang demikian fenomenal dijalankan oleh situs ini tidak meredup sampai kapanpun. Saya banyak mendapati situs-situs yang hebat namun tak mampu berlangsung lama, berjaya habis itu mati, tak mampu sustainable. Kenapa demikian? Karena cepat terhinggapi penyakit gampang puas diri yang kemudian diikuti dengan mandulnya kreativitas dan inovasi.

Setelah debut event Nikah Yuu..k! saya masih menunggu hadirnya event-event inovatif lain yang dihasilkan oleh situs ini. Karena hanya dengan demikian weddingku.com akan bisa sustainable.

 

Nikah Yuu..k! Offline Coffee Break is proudly sponsored by